Kecanduan Belajar

dv1940061

Belajar ini mungkin salah satu momok yang saya hadapi saat ini, malas sekali kalau di suruh belajar. Dan lebih parahnya lagi kita selalu meng-encourage orang lain belajar pasangan, team, anak, asisten rumah tangga dan banyak lagi. Tentu semangat untuk belajar sangat tinggi, saya selalu bersemangat kalau sudah sampai toko buku gramedia, mau baca ini dan baca itu. Tapi begitu sampai di rumah, sampul plastik tidak pernah dibuka.

Padahal kalau kita lihat, pada dasarnya manusia itu rajin sekali belajar, bayi tidak diajarkan belajar dia pun akan selalu belajar berjalan, bicara dan semuanya di explore. Tetapi kenapa kita yang sudah berumur malas sekali belajar? Mungkin ada yang salah dengan mental model kita terkait belajar ini, karena kalau di eksplore, belajar ini adalah seharusnya pengalaman yang sangat adiktif.

Bagaimana tidak adiktif, ketika kita belajar sesuatu hal, kita akan mengerti suatu hal baru, tetapi sebaliknya kita akan setidaknya mengetahui terdapat 2 hal baru yang tidak kita ketahui. Dan setelah belajar untuk mengetahui 2 hal baru tersebut, setidaknya akan muncul 4 pertanyaan baru yang menggelitik rasa keingin-tahuan kita. Dan proses tersebut berjalan terus seperti reaksi berantai yang terjadi terus-menerus.

Setiap kita mengetahui hal yang baru, kita akan lebih kaya, kaya dalam berteman, kaya dalam bekerja, kaya dalam berkeluarga, kaya dalam nilai-nilai dan kaya dalam kehidupan religi kita. aktivitas ini sangat rewarding.

Akumulasi dari belajar ini akan terus menerus mewarnai kehidupan kita, dengan ledakan ilmu yang kita peroleh, dari munculnya pertanyaan baru yang melahirkan pengetahuan baru, tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita.

Dan luar biasanya lagi, semakin banyak kita belajar, seharusnya kita semakin rendah hati, bagaimana bisa?  Karena dengan semakin banyak kita belajar, semakin banyak kita tahu bahwa banyak hal yang tidak kita ketahui, semakin kita ketahui bahwa semakin lemah kita. Bagaimana mungkin kita menjadi sombong ketika kita mengetahui begitu banyak hal yang tidak kita ketahui.

Mungkin untuk mengurangi rasa malas kita terhadap belajar, kita harus coba belajar satu hal yang menggelitik pikiran kita, dari situ biarkan keingin-tahuan kita mengambil alih, dan biarkan dia kecanduan untuk belajar. Untuk anak-anak kita mari kita ajak mereka menikmati indahnya pengetahuan, sehingga mereka mau belajar tanpa perlu kita paksa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: