Akhirnya Hidup ini Tentang Melayani

Image

Kita saat ini hidup di dunia yang berkembang sangat luar biasa cepat. Banyak hal-hal baik yang ditimbulkan dari semangat yang di dasari oleh sistem kapitalisme. Perekonomian tumbuh pesat, banyak sekolah, rumah sakit, dan masih banyak lagi.

Tetapi kalau kita lihat lebih jauh, lebih detil, banyak sekali orang-orang yang terbuang, yang tidak mendapatkan kesempatan dalam berpartisipasi secara ekonomi. Para pelaku ekonomi pun juga kehilangan identitas, mereka terus mengejar kekayaan yang akhirnya meracuni jiwanya sendiri. Ketakutan akan kehilangan kekayaan, bekerja mengejar kekayaan yang lebih tinggi, perasaan berkuasa yang menimbulkan arogansi dan banyak hal lagi.

Hal-hal ini menurut pendapat saya diakibatkan oleh kepentingan diri (self-interest) yang mendasari semangat kapitalisme, dimana jika saya melakukan sesuatu, untungnya buat saya apa? Dalam sistem ekonomi tujuannya adalah kita akan didorong untuk terus meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan laba setinggi-tingginya, yang diharapkan memberikan manfaat bagi komunitas.

Secara makro semangat seperti ini, akhirnya mengakibatkan Premanisme ekonomi, dimana orang-orang bisa sewenang-wenang ketika ia memiliki kekuatan ekonomi. Melakukan penyuapan, menghancurkan ekonomi rakyat, praktek rentenir, melakukan kartel dll. Cukup banyak akibat yang kita lihat akibat dari premanisme kapitalisme.
Secara pribadi, semangat ini juga sangat bahaya. Ketika kita selalu berpikiran apa untungnya buat saya. Kita cenderung tidak sabar, akibatnya banyak hal-hal berharga seringkali kita korbankan. Bahwa tugas kita menjaga adala keluarga, menjaga kesehatan diri, menjaga lingkungan kita, menyelesaikan pekerjaan kita dan karya-karya untuk melayani sesama seringkali kita lupakan, alih-alih kita menuntut apa untungnya buat saya. Bahkan jika kita melayani sesama kita akan akan berpikir, untungnya buat saya apa.

Dengan semangat melayani, bukan dilayani, akhirnya hidup kita juga terasa lebih menyenangkan. Kita tidak terlalu lagi menuntut apa keuntungan saya apa, tetapi kita akah berpikir siapa lagi yang harus saya layani, kita melihat anak kita senang, kita melihat kolega kita berkembang, kita melihat team kita sukses, kita melihat pekerjaan kita selesai, kalau kita pengusaha, kita melihat bagaimana komunitas mendapatkan keuntungan dengan tetap menghasilkan laba, dan bagaimana team kita bekerja secara efektif dan hal-hal positif lainnya. Tentu melayani bukan berarti memanjakan ya.

Tentu namanya melayani kita akan jauh lebih lelah, seperti main bola juga lelah kan, tetapi jika hati senang, tentu akan sangat menyenangkan. Kita akan berkembang secara jauh lebih sehat, baik secara jiwa, fisik dan ekonomi.
Saya yakin jika semangat melayani ini bisa dikembangkan, hasilnya akan luar biasa, untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

Up ↑